Archive for May, 2009


1 hari di sisi Allah

Sedikit sharing ya…. terus terang nih saya kurang bisa membaca Al-Qur’an dengan baik makanya saya lebih sering membaca artinya atau terjemahannya.

cobalah buka Al Hajj (QS 22 : 47) : ….., Dan sesungguhnya satu hari di sisi Tuhan mu adalah seperti seribu tahun dari apa yang kamu hitung.

Makna yang saya tangkap 1 hari di sisi Tuhan = 1000 tahun dihitung manusia

1 hari = 1000 tahun

24 jam = 1000 tahun

1 jam = 41 tahun 8 bulan

Pertanyaannya : Apakah kita masih punya waktu 1 jam lagi dihadapan Allah ? atau mungkin ½ jam atau bahkan hanya 10 menit lagi ? Kita tidak tahu !

Apakah ayat ini tidak ada artinya buat kita semua !

Islam Sebagai Spirit Abadi Kemanusiaan dan Peradaban

Penulis : AHMAD GINANJAR SYA’BAN

Sumber : Media Muslim Net

Fethullah Gülen 

Pada masa lalu, Islam menyelusup ke dalam fikiran manusia sebagai “agama”, dan hal tersebut akan diiringi dengan dugaan-dugaan dalam kesadaran mereka.

Di atas itu semua, Islam telah diwariskan dalam kesadaran jiwa yang mendalam bahwa Islam akan menantang seluruh kerusakan dan kemerosotan. Perdamaian dunia dan ketenangan abadi bagi segenap manusia, sejatinya merupakan tujuan utama Islam untuk mencapai kemuliaan yang sepenuhnya.

Berasal dari ketukan Allah, Islam begitu kuat dalam meyakinkan dan memanggil manusia ke jalan-Nya. Manusia yang merelakan telinganya untuk mendengar tanpa prasangka, akan segera terbungkus dalam aura Sang Mahakasih. Keyakinan itu akan terus berpengaruh pada mereka selamanya–sebab gema suara Islam terus mengabarkan kegembiraan dan kebahagiaan hidup di dunia dan di alam setelahnya, akhirat.

Adalah suara dari luar langit yang menyandi sebagai kunci dalam membentuk kepribadian mulia seorang muslim, dan bentuk komunikasi yang seperti itu tidak akan ditemukan dalam agama apapun selain Islam.

Melalui agama ini, umat manusia menghadirkan kebahagiaan terbesar dan menyebarkan transformasi dalam perubahan-perubahan vital. Itulah Islam yang menunjuk pada jalan yang mengarah pada perdamaian dan keselamatan. Islam secara tegas telah memberikan jawaban kepada umat manusia.

Dan pada hari ini, meski selalu ditelikung oleh serangkaian upaya agresif dan brutal untuk mencela wajah Islam yang bercahaya dan meningkari segala keutamaannya, Islam masih tetap mempertahankan posisinya sebagai sebuah sumber yang unik akan pengharapan, dan melindungi manusia yang berlindung di dalamnya, dengan obat keabadian.

Walaupun ada sebagian orang yang memilih jalan kegelapan dengan melanggar Islam atau menentangnya dengan alasan-alasan palsu yang dibuat-dibuat, Islam selamanya segar sebagai udara yang memenuhi rongga jiwa-jiwa. Ia tetap seperti mercusuar yang memberikan rasa aman bagi jiwa-jiwa yang tengah berlayar di samuderanya.

Sebab hal tersebut, sebagian orang mengatakan bahwa suatu ketika, dunia ini akan memberikan apresiasi dan rasa terima kasih akan berkah kebenaran yang disebarkan Islam. Para penyeru dalam agama ini akan berjalan penuh kesejukan sebagai hembusan angin.

Siapa yang tahu, jika suatu saat Islam akan datang dalam pelukan kita semua, seperti pada hari pertama kita dihidupkan dalam rahim ibu. Dan pada saatnya, Islam akan meniupkan spirit baru ke dalam dunia yang hampir punah ini.  
Semoga para pemeluknya tidak mengecewakan mereka yang menggantungkan harapannya kepada  Islam dengan membuang waktu dan kebimbangan; semoga kepercayaan mereka yang mulai tumbuh tidak goyah karena opini yang berkembang di ranah publik.

Dalam satu nafas, agama ini telah melindungi manusia yang tengah tenggelam dalam ketakpedulian, penolakan, dan penyimpangan. Hal-hal demikian dilambungkan ke arah cakrawala keangkuhan: demikian, maka Islam akan menjadi sumber inspirasi hari ini dalam mencerahkan manusia-manusia tanpa tujuan dan berbicara kepada mereka tentang kehormatan dalam menjadi manusia.

Suatu hari, dengan sentuhan surgawi yang dipelihara dengan baik, agama ini akan mengubah keliaran manusia di masa ini, menjadi nmanusia yang sesungguhnya dan akan menyatakan bahwa dasar ketuhanan merupakan esensi bagi setiap manusia: bahwa Islam bukanlah agama dengan sistem kosong yang tidak terdiri dari apapun, hanya tindakan abstrak, kumpulan prinsp, dan teori.

Islam adalah perpaduan sistem yang secara sempurna sejalan dengan manusia dan cukup kaya untuk memenuhi kebutuhan material dan spiritual manusia. Islam adalah suara yang berasal dari luar jangkauan langit yang menjanjikan sebuah masa depan cerah bagi setiap individu dan masyarakat. Dan saat ini, dengan retorikanya yang khas dan efek yang menawan hati manusia, Islam menawarkan sebuah kunci misterius untuk membuka gerbang-gerbang dunia dan akhirat dengan cara membawa mereka ke dalam kehidupan surgawi.

Meskipun agama kami tidak seluruhnya diekspresikan dengan semestinya oleh para pengikut yang tidak setia dan musuh-musuh yang merusak–yang saat ini keberadaannya tidak diragukan lagi–suara Islam akan tetap menggaung di langit, dengan upaya penuh para penyeru yang telah mengawinkan hatinya dengan fikirannya; sebuah malam perkawinan yang sesungguhnya akan terjadi pada waktunya.

Islam saat ini memang tengah diserang dengan label “keterbelakangan”, dan di waktu yang lain dengan sebutan “fundamentalisme” atau “fundamentalis”, namun para jiwa yang murni akan tetap melihat kebenaran. Semoga suatu saat para pembenci Islam akan menyesali perbuatannya.

Apa yang seharusnya di lakukan oleh kita pada hari ini adalah kembali meletakkan kepercayaan kepada Allah, untuk melangkah dengan di jalan yang kita ketahui sebagai shirath al-mustaqim (jalan yang lurus), untuk merangkul manusia dengan kasih sayang, dan untuk saling bicara, bahkan kepada pembenci Islam dengan alunan cinta kasih akan kemanusiaan.   

Disarikan dan diterjemahkan dari artikel Fethullah Gülen yang berjudul “Towards Spelling Out Our Own Line of Thought” oleh Lulu Mardiah Sunman dan A. Ginanjar Sya’ban (Kairo). Gülen adalah pemikir besar Muslim Turki, kutub spiritual Turki modern, sekaligus mentor sentral Jama’ah an-Nur (pewaris ajaran Syaikh Badi’uzzaman Sa’id Nursi)

Sumber : Al Manhaj

PENGOBATAN MENGGUNAKAN HABBATUS SAWDA’ (JINTAN HITAM)

Oleh
Al-Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Sesungguhnya di dalam habbatus sawda’ (jintan hitam) terdapat penyembuh bagi segala macam penyakit kecuali kematian”.

Ibnu Syihab mengatakan : “Kata As-Saam di sini berarti kematian, sedangkan habbatus sawda’ berarti syuniz” [1]

Habbatus sawda’ ini mempunyai manfaat yang sangat banyak. [2]

Jintan hitam sangat bermanfaat untuk mengobati berbagai macam penyakit dengan izin Allah.

PENGOBATAN DENGAN MADU
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.

“Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang memikirkan” [An-Nahl : 69]

Dan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Kesembuhan itu ada pada tiga hal, yaitu : Dalam pisau pembekam, meminumkan madu, atau pengobatan dengan besi panas (kayy). Dan aku melarang ummatku melakukan pengobatan dengan besi panas (kayy)”. [3]

PENGOBATAN DENGAN BEKAM [4]
Berbekam [5] termasuk pengobatan yang diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah melakukan bekam dan memberikan upah kepada tukang bekam.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Sesungguhnya sebaik-baik apa yang kalian lakukan untuk mengobati penyakit adalah dengan melakukan bekam” [6]

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Sebaik-baik pengobatan penyakit adalah dengan melakukan bekam” [7]

Wasiat Malaikat Untuk Berbekam
Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Tidaklah aku melewati seorang Malaikat –ketika di Mi’rajkan ke langit- kecuali mereka mengatakan ‘Wahai Muhammad, lakukanlah olehmu berbekam” [8]

Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan ketika beliau di Isra’kan, tidaklah beliau melewati sekumpulan Malaikat melainkan mereka meminta kami,” Perintahkanlah ummatmu untuk berbekam” [9]

Waktu Yang Paling Baik Untuk Berbekam
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang ingin berbekam, hendaklah ia berbekam pada tanggal 17,19,21 (bulan Hijriyyah), maka akan menyembuhkan setiap penyakit” [10]

Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu berkata : “Sesungguhnya hari yang paling baik bagimu untuk berbekam adalah hari ke 17, hari ke 19, dan hari ke 21 (bulan Hijriyyah)” [11]

Hari yang paling baik untuk berbekam adalah pada hari Senin, Selasa dan Kamis. Sebaliknya hindari berbekam pada hari Rabu, Jum’at, Sabtu dan Ahad” [12]

PENGOBATAN MENGGUNAKAN AIR ZAMZAM
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda mengenai air zamzam ini.

“Air zamzam itu penuh berkah. Ia merupakan makanan yang mengenyangkan (dan obat bagi penyakit)” [13].

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda.

“Air zamzam tergantung kepada tujuan di minumnya” [14]

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah membawa air zamzam (di dalam tempat-tempat air) dan girbah (tempat air dari kulit binatang), beliau menyiramkan dan meminumkannya kepada orang-orang yang sakit” [15]

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata : “Aku sendiri dan juga yang lainnya pernah mempraktekkan upaya penyembuhan dengan air zamzam terhadap beberapa penyakit, dan hasilnya sangat menakjubkan, aku berhasil mengobati berbagai macam penyakit dan aku pun sembuh atas izin Allah” [16]

Kita memohon kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala agar Dia memberikan bimbingan kepada kita untuk dimudahkan dalam menggunakan pengobatan yang sesui dengan syari’at (Sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam).

[Disalin dari buku Do’a & Wirid Mengobati Guna-Guna Dan Sihir Menurut Al-Qur’an Dan As-Sunnah, Penulis Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Pustaka Imam Asy-Syafi’i, Cetakan Keenam Dzulhijjah 1426H/Januari 2006M]
_________
Footnotes
[1]. Al-Bukhari no. 5688/Al-Fath X/143, dan Muslim no. 2215 dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu. Lafazh ini adalah lafazh Muslim.
[2]. Zaadul Ma’aad IV/297 dan lihat juga Ath-Thibbu Minal Kitab was Sunnah, karya Al-Allamah Muwaffaquddin Abdul Lathif Al-Baghdadi (hal.88)
[3]. HR Al-Bukhari no. 5681/Fathul Baari X/137. Lihat bab : “Beberapa manfaat madu”. Zaadul Ma’aad IV/50-62 dan juga Ath-Thibbu Minal Kitab was Sunnah, karya Al-Allamah Muwaffaquddin Abdul Lathif Al-Baghdadi (hal. 129-136)
[4]. Lihat bahasan ini dalam Manhajus Salaamah fiimaa Warada fil Hijaamah oleh Dr Muhammad Musa Nashr.
[5]. Bekam : Mengeluarkan darah kotor dari kepala, badan, dan anggota tubuh lainnya dengan alat bekam.
[6]. HR Abu Dawud no. 3857 dan Ibnu Majah no. 3476, Al-Hakim IV/410, Ahmad II/342 dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, lihat Shahiih Ibni Majah II/259 no 2800 dan Silsilah Al-Ahaadiits Ash-Shahiihah no. 760
[7]. HR Ahmad V/9,15,19, Al-Hakim IV/208 dari Samurah Radhiyallahu ‘anhu. Lihat Shahiih Al-Jaami’ish Shaghiir no. 3323, Silsilah Al-Ahaadiits Ash-Shahiihah no. 1053.
[8]. HR Ibnu Majah no. 3477, Shahiih Ibni Majah II/259 no. 2801, Silsilah Al-Ahaadiits Ash-Shahiihah no. 2263
[9]. HR At-Tirmidzi no. 2052, Shahiih Sunan At-Tirmidizi II/204 no. 1672
[10]. HR. Abu Dawud no. 3861 Al-Hakim, Al-Baihaqi IX/340 Dari Abu hurairah Radhiyallahu ‘anhu. Lihat Silsilah Al-Ahaadiits Ash-Shahiihah no 622
[11]. Shahiih Sunan At-Tirmdizi II/204 no. 1674
[12]. HR Ibnu Majah no. 3487, Shahiih Ibn Majah II/261, Silsilah Al-Ahaadiits Ash-Shahiihah no. 766
[13]. HR Muslim IV/1922 no. 2473 dan matan yang terdapat dalam kurung adalah menurut riwayat Al-Bazaar, Al-Baihaqi dan Ath-Thabrani, dan sanadnya Shahih. Lihat Majma’uz Zawaa’id III/286
[14]. HR Ahmad III/357, 372, Ibnu Majah no. 3062 dan lainya dari Jabir bin Abdillah Radhiyalahu ‘anhu, lihat Shahiih Ibni majah II/183 dan Irwaa’ul Ghalil no. 1123
[15]. HR At-Tirmidzi dan Al-Baihaqi V/202, lihat Shahiih At-Tirmidzi I/284, Silsilah Al-Ahaadiits Ash-Shahiihah no. 883. Dan juga Zaadul Ma’aad IV/392
[16]. Zaadul Ma’aad IV/393 dan 178