Penulis : AHMAD GINANJAR SYA’BAN

Sumber : Media Muslim Net

Fethullah Gülen 

Pada masa lalu, Islam menyelusup ke dalam fikiran manusia sebagai “agama”, dan hal tersebut akan diiringi dengan dugaan-dugaan dalam kesadaran mereka.

Di atas itu semua, Islam telah diwariskan dalam kesadaran jiwa yang mendalam bahwa Islam akan menantang seluruh kerusakan dan kemerosotan. Perdamaian dunia dan ketenangan abadi bagi segenap manusia, sejatinya merupakan tujuan utama Islam untuk mencapai kemuliaan yang sepenuhnya.

Berasal dari ketukan Allah, Islam begitu kuat dalam meyakinkan dan memanggil manusia ke jalan-Nya. Manusia yang merelakan telinganya untuk mendengar tanpa prasangka, akan segera terbungkus dalam aura Sang Mahakasih. Keyakinan itu akan terus berpengaruh pada mereka selamanya–sebab gema suara Islam terus mengabarkan kegembiraan dan kebahagiaan hidup di dunia dan di alam setelahnya, akhirat.

Adalah suara dari luar langit yang menyandi sebagai kunci dalam membentuk kepribadian mulia seorang muslim, dan bentuk komunikasi yang seperti itu tidak akan ditemukan dalam agama apapun selain Islam.

Melalui agama ini, umat manusia menghadirkan kebahagiaan terbesar dan menyebarkan transformasi dalam perubahan-perubahan vital. Itulah Islam yang menunjuk pada jalan yang mengarah pada perdamaian dan keselamatan. Islam secara tegas telah memberikan jawaban kepada umat manusia.

Dan pada hari ini, meski selalu ditelikung oleh serangkaian upaya agresif dan brutal untuk mencela wajah Islam yang bercahaya dan meningkari segala keutamaannya, Islam masih tetap mempertahankan posisinya sebagai sebuah sumber yang unik akan pengharapan, dan melindungi manusia yang berlindung di dalamnya, dengan obat keabadian.

Walaupun ada sebagian orang yang memilih jalan kegelapan dengan melanggar Islam atau menentangnya dengan alasan-alasan palsu yang dibuat-dibuat, Islam selamanya segar sebagai udara yang memenuhi rongga jiwa-jiwa. Ia tetap seperti mercusuar yang memberikan rasa aman bagi jiwa-jiwa yang tengah berlayar di samuderanya.

Sebab hal tersebut, sebagian orang mengatakan bahwa suatu ketika, dunia ini akan memberikan apresiasi dan rasa terima kasih akan berkah kebenaran yang disebarkan Islam. Para penyeru dalam agama ini akan berjalan penuh kesejukan sebagai hembusan angin.

Siapa yang tahu, jika suatu saat Islam akan datang dalam pelukan kita semua, seperti pada hari pertama kita dihidupkan dalam rahim ibu. Dan pada saatnya, Islam akan meniupkan spirit baru ke dalam dunia yang hampir punah ini.  
Semoga para pemeluknya tidak mengecewakan mereka yang menggantungkan harapannya kepada  Islam dengan membuang waktu dan kebimbangan; semoga kepercayaan mereka yang mulai tumbuh tidak goyah karena opini yang berkembang di ranah publik.

Dalam satu nafas, agama ini telah melindungi manusia yang tengah tenggelam dalam ketakpedulian, penolakan, dan penyimpangan. Hal-hal demikian dilambungkan ke arah cakrawala keangkuhan: demikian, maka Islam akan menjadi sumber inspirasi hari ini dalam mencerahkan manusia-manusia tanpa tujuan dan berbicara kepada mereka tentang kehormatan dalam menjadi manusia.

Suatu hari, dengan sentuhan surgawi yang dipelihara dengan baik, agama ini akan mengubah keliaran manusia di masa ini, menjadi nmanusia yang sesungguhnya dan akan menyatakan bahwa dasar ketuhanan merupakan esensi bagi setiap manusia: bahwa Islam bukanlah agama dengan sistem kosong yang tidak terdiri dari apapun, hanya tindakan abstrak, kumpulan prinsp, dan teori.

Islam adalah perpaduan sistem yang secara sempurna sejalan dengan manusia dan cukup kaya untuk memenuhi kebutuhan material dan spiritual manusia. Islam adalah suara yang berasal dari luar jangkauan langit yang menjanjikan sebuah masa depan cerah bagi setiap individu dan masyarakat. Dan saat ini, dengan retorikanya yang khas dan efek yang menawan hati manusia, Islam menawarkan sebuah kunci misterius untuk membuka gerbang-gerbang dunia dan akhirat dengan cara membawa mereka ke dalam kehidupan surgawi.

Meskipun agama kami tidak seluruhnya diekspresikan dengan semestinya oleh para pengikut yang tidak setia dan musuh-musuh yang merusak–yang saat ini keberadaannya tidak diragukan lagi–suara Islam akan tetap menggaung di langit, dengan upaya penuh para penyeru yang telah mengawinkan hatinya dengan fikirannya; sebuah malam perkawinan yang sesungguhnya akan terjadi pada waktunya.

Islam saat ini memang tengah diserang dengan label “keterbelakangan”, dan di waktu yang lain dengan sebutan “fundamentalisme” atau “fundamentalis”, namun para jiwa yang murni akan tetap melihat kebenaran. Semoga suatu saat para pembenci Islam akan menyesali perbuatannya.

Apa yang seharusnya di lakukan oleh kita pada hari ini adalah kembali meletakkan kepercayaan kepada Allah, untuk melangkah dengan di jalan yang kita ketahui sebagai shirath al-mustaqim (jalan yang lurus), untuk merangkul manusia dengan kasih sayang, dan untuk saling bicara, bahkan kepada pembenci Islam dengan alunan cinta kasih akan kemanusiaan.   

Disarikan dan diterjemahkan dari artikel Fethullah Gülen yang berjudul “Towards Spelling Out Our Own Line of Thought” oleh Lulu Mardiah Sunman dan A. Ginanjar Sya’ban (Kairo). Gülen adalah pemikir besar Muslim Turki, kutub spiritual Turki modern, sekaligus mentor sentral Jama’ah an-Nur (pewaris ajaran Syaikh Badi’uzzaman Sa’id Nursi)

Advertisements