Asswrwb., warga muslim lembata yang dirahmati dan dimulyakan oleh Allah SWT., …

Saya ingin berbagai dengan warga bagaimana mempersiapkan diri untuk dapat pergi mengunjungi tempat yang paling disucikan oleh Allah SWT, tempat yang paling dimulyakan di seluruh jagad raya ini…yaitu Baitullah Ka’bah.

…. still underconstruction……,

Allah SWT berfirman : …..intinya…Haji itu wajib baik untuk laki-laki maupun perempuan jika mampu untuk melaksanakannya…..

Merubah Paradigma Prioritas Hidup,

… Jika mampu…, apa yang bisa kita artikan dengan kalimat tersebut?, pasrah tergantung nasib?, nunggu panggilan?, cukup uang? kuat mental dan fisik?… satu sisi haji itu wajib, karena bagian dari pada Rukun Islam..artinya jika kita tidak dapat melaksanakan salah satunya…seharusnya kita bukan orang muslim, naujubillah suma naujubillah… “Kita harus mampu…!!!!!”.

… kalau mau bertafakur/konteplasi, perenungan bagaiman kita memulai suatu pekerjaan tentu diniatkan dari awal… demikian juga dengan ibadah rukun islam tentu ada tata caranya yang perlu kita lakukan agar sah ibadahnya,… hal utama adalah “niat itu sendiri”, ..Allah mengingatkan setiap amal ibdah itu tergantung niat hambanya.  Coba kita bayangkan sejenak, Mengharapkan apa dari semua ritual dan syarat-syarat syahnya ibadah rukun islam yang telah kita lakukan selama ini?… resapi dalam hati dan alam pikiran kita… sudahkan kita mendapatkannya secara signifikan?, sejauh mana totalitas kita?, sejauh mana kita menempatkan dzat yang mahasuci dan maha tinggi kita tempatkan dalam kehidupan sehari-hari?,… “mungkin” … paradigma ibadah haji bagi sebagian ummat islam masih terbelenggu dengan paradigma atas  pengertian ” jika mampu”… itu sendiri, bagaimana dengan warga muslim lembata yang senantiasa dimulayakan Allah SWT?… sudahkan kita merubah paradigma prioritas hidup kita selama ini tertata sedemikian rupa dimana pekerjaan adalah nomor satu.., pribadi & keluarga nomor dua…, sejawat dan tetangga nomor 3,. mungkin sejatinya Dzat yang maha mulya dan maha tinggi.. Allah aja wajala tersimpan pada urutan terbelakang,.. sungguh tragis… sungguh ironis… dalam kehidupan saat ini, tatanan tersebut dapat terjadi… Seperti Kiayi Kondang Aa Gym mengumpamakan “Jika hati ini sudah mendewakan dunya, maka selamanya kita akan tertidas olehnya..dan makin jauh dengan sang penciptanya, namun seandainya kita mengagungkan rahmat dan karunia Allah SWT diatas segalanya, maka kita akan mendapatkan dunya sekaligus”…., perumpamaan ini begitu menyentuh… untuk kita renungi.. bahwa, prioritas utama, pengabdian totalitas kepada sang Khaliq wajib kita utamakan melebihi harta, raga dan jiwa kita sendiri….

Langkah-langkah kecil (proses ibadah…).. underconstruction

Persiapkan mental, fisik, dan mater sebagai bekali…..underconstruction

Lautan cinta illahi … aktualisasi haji… melangkah menuju memenuhi panggilan-NYA, …underconstruction

Labaika Allahuma labaik, labaika lasari kalalabaik, minal hamda..wanikmata lakawalmulk..lasarikalak

rn

Advertisements