Ustadz Tashil Amani,

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarokatuh,  warga Muslim Lembata BSD XIV.6 yang senantiasa dimulyakan dan dirahmati oleh Allah SWT.  Saya ingin mencoba mengangkat tema “Kekuatan Doa atau The Power of Praying”, pada pertemuan kali ini.

Jika mengikuti langkah Rasulullah SAW sejak bangun tidur hingga masuk peraduan tidur kembali, tak ada waktu yang luput dan pekerjaan yang tidak pernah terlewat tanpa pernah diawali dengan do’a.  Dilain pihak derajat beliau begitu mulya tanpa cacat, manusia yang sudah mendapat tempat yang mulya di sorga nanti, namun beliau begitu tawadhu dan takutnya kepada Allah SWT, jika dalam setiap langkah tidak diawali dengan bermunajah kepada sang Khaliq, robbul ‘alamin.

Bagaimana dengan kita sendiri sebagai umatnya, apakah kita sudah melakukannya.  “Jangan pernah sepelekan DOA”.  QS:2 185.

Doa adalah sarana untuk mencapai, mendapatkan, memperoleh sesuatu yang kita inginkan dapat terkabul (cepat atau lambat).  Kepada siapa?, kepada Allah SWT, maka dari itu landasan utama adalah keimanan total kita kepada Allah SWT.   Allah itu lebih dekat (mukmin 60).

Apa itu kekuatan do’a

1. Doa adalah senjatanya orang mukmin.
Orang2 teraniaya lebih makbul doanya.
2. Doa adalah cahaya orang meninggal dunia.
Semua urusan orang mati akan putus, kecuali tiga hal.  Sodakoh, Ilmu yang bermanfaat, dan doa anak2 yang sholeh.  Doa disini dapat mencerminkan bahwa siapa saja dapat mengirimkan doa untuk orang yang sudah meninggal dunia.
3. Doa itu ibadah, ibadah itu doa…coba simak waktu kita melakukan duduk diantara 2 sujud, apa yang kita baca:….seraya menghinakan diri dihadapn-NYA, lirih penuh makna..memohon…meminta semata-mata mengharap ridho yang Maha Gaib dan Maha Suci semata bukan dari gaib-gaib yang lainnya.
4. Tiada amal paling mulya kecuali DOA.
5. Tiada yang dapat merubah Takdir kecuali dengan DOA.

Doa – Ikhlas – Tawakal/Sabar – Ikhtiar – Berhasil.
 
Makna doa untuk kita

Blogged with the Flock Browser
Advertisements