1. Caleg SK di Dapil I Kabupaten Sumbawa 
menarik kembali bantuan sebuah mesin genset yang di sumbangkannya ke 
mesjid. Selain itu, ia juga menarik bantuan dana sebesar Rp 1 juta yang 
disumbangkannya ke dua mushallah.

2. Caleg AH di Dapil I Kabupaten Sumbawa, sebelumnya 
ia menyumbang 100 buah kursi plastik dan 25 zak semen ke sebuah MTS di 
Kecamatan Labangka, Namun karena kecewa tidak meraih suara yang 
diharapkan, AH menarik kembali kursi dan semen tersebut.

3. Oknum caleg di Kota Sumbawa Besar yang tidak 
disebut nama dan parpolnya, meminta kembali uang sebesar Rp 20 ribu per 
orang yang diberikan dengan target 50 hingga 60 suara. Namun di pemilu, 
perolehan yang ada hanya ada saksi dan keluarga tim sukses.

4. Caleg nomor urut 9 dari Partai Golkar dari Kota 
Bogor,Yuniar, melalui tim suksesnya berinisial SB, menarik kembali 
ratusan buku tabungan masing-masing senilai Rp50.000 bertuliskan Karya 
Nyata Sejahtera yang dibagikan saat kampanye di Kampung Muara, RW 
11/14, Kelurahan Pasirjaya,Kecamatan Bogor Barat.Namun saat hasil suara 
dihitung, dari jumlah DPT yang jumlahnya sekitar 900 suara,nama Yuniar 
hanya memperoleh di bawah 10 suara di RW 11 dan 14.

5. Caleg Partai Golkar dari Daerah Pemilihan I Dumai 
Timur Aswin memalui tim suksesnya mencabut kembali lima tiang listrik 
yang telah dipasang untuk menyalurkan listrik kewarga setempat.

6. Caleg dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kota 
Banjar, Jawa Barat, Srihayati, 23, ditemukan tewas gantung diri sekitar 
pukul 07.30 WIB Selasa (14/4).Ibu muda yang mencalonkan diri untuk 
daerah pemilihan (dapil) I Kota Banjar dengan nomor urut 8 itu
ditemukan tewas di sebuah saung bambu di Dusun Limusnunggal RT01/01, 
Desa Bangunjaya,Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Ciamis.

7. Seorang calon legislatif (caleg) dari Partai 
Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Pahala Sianipar ditemukan tewas 
di kediamannya, Senin (19/04) malam. Ia tewas bunuh diri akibat 
menenggak obat pembasmi serangga di dalam kamarnya. Di kediamannya 
Jalan Pintu Air, Kecamatan Medan Kota.

8. Tim Sukses (TS) Caleg pun bisa stres bahkan 
mengakhiri hidupnya. Itu dibuktikan Muhammad Iqbal (28), TS seorang 
Caleg yang kalah. Lelaki yang menetap di Jalan Eka Surya, Gang Pribadi, 
Kelurahan Gedung Johor, Medan Johor ini nekat gantung diri di 
kediamannya, Jumat (10/4). Iqbal adalah TS seorang Caleg untuk DPRD 
Medan. Sejak dua bulan lalu dia aktif menjadi TS Caleg sebuah Parpol. 
Karena kesibukan sebelum dan saat kampanye. Lelaki dengan pekerjaan 
serabutan ini dikabarkan sering tak pulang ke rumah untuk ngurus 
kemenangan Caleg jagoannya. Karena itu, dia acap bertengkar dengan 
istrinya.

9. Lazuardi, seorang caleg DPRD Kota Pontianak, 
Kalimantan Barat, meninggal Senin (13/4) malam lalu. Ia meninggal 
beberapa jam setelah mengikuti penghitungan suara pemilu. Diduga caleg 
dari Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) ini meninggal 
karena terlalu lelah dan stres mengikuti rangkaian proses pemilu. 
Ditambah perolehan suara tak cukup untuk menjadikannya legislator.

10. Sri Sumini, caleg dari Partai Demokrat di Solo, 
Jawa Tengah, meninggal akibat serangan jantung dan lever pada hari 
Minggu (12/4). Menurut keluarga, sejak masa kampanye hingga usai 
pencontrengan sang caleg lebih pendiam dan terkesan menyimpan beban 
pikiran.

11. Di Cirebon, sebanyak 15 orang caleg mengalami 
depresi dan memilih melakukan pengobatan spiritual untuk menyembuhkan 
depresi kepada Ustaz Ujang Bustomi di Desa Sinarancang, Mundu, Cirebon.

12. Seorang calon legislator daerah pemilihan 
Tangerang, di perumahan elit Alam Sutera Kunciran, stres dan
marah-marah karena kalah dalam pemilu legislatif 9 April lalu.Sekitar 
pukul 17.00 WIB (9/4) saat penghitungan suara dilakukan, seorang pria 
(40) yang merupakan caleg dari partai tertentu, terlihat frustasi saat 
mengatahui kalah dalam perolehan suara. Dia merangkak di pinggir jalan 
dengan membawa-bawa cangkir sambil meminta-minta uang kepada orang yang 
berlalu lalang, katanya kembalikan uang saya, kata caleg itu.

13. Salah seorang caleg Partai Penegak Demokrasi 
Indonesia (PPDI) dari Bulukumba; Andi Langade Karaeng Mappangille 
Minggu (12/4) bersama tim suksesnya nekat melakukan penutupan jalan 
sepanjang 3 km. Tindakan tersebut diduga akibat perolehan suaranya yang 
tidak mencukupi menjadi caleg terpilih.

14. Di Ternate, Maluku Utara, seorang caleg 
berinisial HT meminta kembali televisi yang sudah disumbangkan ke 
warga. Ini dilakukan karena perolehan suara sang caleg sangat rendah. 
Kejadian ini terjadi di RT 02 Kelurahan Falawaja II, Kota Ternate 
Selatan.

15. Seorang caleg di Cirebon, Jawa Barat, kini sering 
melamun dan mengurung diri. Nasib ini menimpa Iwan Setiawan, caleg 
Partai Patriot asal Kabupaten Kuningan. Apa yang dialami Iwan ini bisa 
jadi hanya satu dari banyak kasus yang bakal terjadi. Setelah 
mengetahui hasil penghitungan suara tidak sesuai harapan, pria berusia 
29 tahun ini mendadak menjadi pendiam dan sering mengurung diri di 
kamar. Keluarganya menduga, perilaku Iwan Setiawan terjadi karena 
kekalahannya dalam pemilu 9 April lalu. Iwan Setiawan memang telah 
menghabiskan uang yang banyak untuk kampanye. Setidaknya Rp 300 juta 
ludes dibuyurkan.

16. Ni Putu Lilik Heliawati (45), caleg nomor tiga 
Partai Hanura untuk DPRD Buleleng, meninggal dunia secara mendadak di 
rumahnya Desa Bengkel, Busungbiu, Kabupaten Buleleng.Musibah terjadi 
Kamis (9/4) malam sekitar pukul 23.30 Wita itu. Heliawati diduga 
meninggal akibat serangan jantung setelah menerima telepon dari tim 
suksesnya bahwa perolehan suara yang bersangkutan tidak memenuhi 
harapan.

17. Caleg nomor urut 15 Daerah Pemilihan (Dapil) 
berinisial S Sirimau untuk DPRD Kota Ambon, hendak menarik kembali 
karpet yang telah disumbangkan kepada ibu-ibu pengajian setempat.

18. Caleg DPRD Kulon Progo menarik kembali sejumlah 
hadiah dan sumbangan yang pernah ia berikan kepada warga Desa 
Karangsari, Pengasih, Kulon Progo. Caleg yang menarik kembali sumbangan 
kampanyenya itu, S, caleg perempuan.Saat masa kampanye, S cukup sering 
memberikan sumbangan dan hadiah kepada warga. Di Dusun Kamal, 
Karangsari, misalnya, ia memberikan 14 zak semen untuk pembuatan jalan 
konblok. Menurut warga, S juga memberikan bantuan alat musik drumband 
dan uang tunai Rp 2,5 juta.

19. Di Kalimantan Tengah muncul dua caleg dan tiga 
simpatisan partai yang mengalami tekanan psikis. Dua dari lima orang 
itu mengalami gangguan jiwa ringan atau stres, seorang gangguan jiwa 
sedang atau depresi. Dua lainnya mengalami gangguan jiwa berat: terus 
mengoceh, murung, serta tak mau makan serta Minum. Kelimanya kini 
dirawat di Balai Kesehatan Jiwa Masyarakat Kalawa Atei, Kalteng.

20. Dahlan, caleg DPRD Bulukumba dari Partai Peduli 
Rakyat Nasional (PPRN). Caleg nomor urut tiga yang bertarung di Dapil I 
Kecamatan Herlang, Bonto Tiro dan Kajang ini, melakukan aksi penyegelan 
gedung SDN 225 Kajang-Kajang, Desa Borong, Kecamatan Herlang.Dahlan 
mulai menyegel sekolah ini sejak Sabtu (11/4) malam lalu dengan cara 
mengikat pintu gerbang sekolah menggunakan tali. Ia menyatakan, lahan 
yang ditempati gedung sekolah itu adalah miliknya.

21. Caleg EP dari partai RepublikaN menggusur 42 KK 
dari lahan tempat mereka tinggal di kawasan Daeo, desa Gura, kecamatan 
Tobelo, kabupaten Halmahera Utara (Halut). Tergusurnya warga itu 
dikarenakan ada pengusiran dari pemilik lahan yang beralasan bahwa 
tempat tinggal warga “menumpang” itu akan dibangun tempat usaha. EP 
yang merupakan caleg dari partai RepublikaN tak memperoleh satupun 
suara dari TPS para warga berdomisili, yang menjadi pemicu dari 
penggusuran tersebut.

22. Tim sukses salah satu caleg dari partai Golkar di 
Dapil I Ternate (Ternate Selatan-Moti) yang menarik televisi yang 
diberikan di pangkalan ojek Falajawa II, Kelurahan Kayu Merah, termasuk 
merusak pangkalan tersebut hanya beberapa jam setelah penghitungan 
suara berakhir.

23. Tim sukses Caleg berinisial MG di Kelurahan Jati 
Ternate melakukanpenarikan televisi dan bantuan semen. Hal ini 
dilakukan karena suara yang diperolehnya tidak sesuai dengan harapan.

Arif Hidayat,
Dari berbagai Sumber.

Advertisements