Tag Archive: Lain-lain


Shadakoh 250rb = 5jt, berlipat 20x-nya!!!

 

Asswrwb., ..warga muslim lembata BSD XIV.6 yang dirahmati dan dimulyakan oleh Allah SWT. Saya mencoba membuat tulisan atau coretan kecil untuk mengawali blog kita ini.  Dalam kesempatan ini saya ingin berbagi cerita dengan warga.   Ini mengenai Sodakoh/Infaq, dimana Allah SWT selalu menganjurkan ummat-Nya untuk selalu melakukan Shodakoh-Zariah/Infaq tentunya dengan Ikhlas seikhlas-ikhlasnya karena semata mengharap ridho-NYA…. inilah kisahnya…

Suatu saat kami berada dalam posisi keuangan yang pas-pasan hanya cukup untuk belanja, keperluan sekolah anak dan ongkos kerja , dan bayar tagihan listrik dan Air untuk hari esoknya.  Saat itu posisi masih pertengahan bulan, gajian masih jauh.  Di lain pihak, saat selesai sholat magrib, ada salah satu jamaah perwakilan dari Yayasan Muslim Panti di suatu tempat mengharapkan keikhlasan para jamaah muslim yang hadir pada sholat tersebut untuk bershodakoh/infaq di yayasan tsb.  Kemudian setelah anjuran tersebut selesai kemudian kami meminta amplop sumbangan pada jamaah pengelola yayasan teresbut, karena kami berdua tidak membawa dompet atau uang sepeserpun saat sholat maghrib tsb.  

Kemudian kami bergegas pulang untuk mengambil uang untuk shodakoh/infaq, namun saat membuka dompet uang yang ada memang sangat pas-pasan.  Perasaan kami mulai berkecambuk mulai timbul antara:tidak jadi bershodakoh??  memberikan shodakoh dengan alakadarnya?? ataukah semua yang ada di dompet dengan menyisakan uang kecil untuk ongkos ke kantor dan anak-anak ke sekolah??.  Bimbang, rasa was-was, kemudian muncul..merasuki relung qolbu kami.., bukankah rasa bimbang dan was-was itu salah satu bentuk hasutan dan bisikan syetan agar kita mengurungkan setiap niat baik yang menunjukan rasa kepatuhan dan kepasrahan semata karena Allah SWT?

Saat itu yang ada pada kami berdua hanya kepasrahan dan mengharap ridho Allah SWT agar diberikan kekuatan agar kami dapat memberikan shodah/infaq sebanyak yang kami mampu, … kami ingat salah satu makna dan isi ceramah yang diasuh oleh ustadz Yusuf Mansyur setiap pagi di TPI ba’da subuh, mengingatkan agar kita sebagai hamba Allah senantiasa bershodakoh/infaq di jalan Allah SWT dengan tulus ikhlas tanpa harus menghitung-hitung besarannya secara matematis, karena nikmat Allah SWT yang telah diberikan pada kita sebagai makhluk-NYA niscaya kita tak bakalan mampu untuk menghitungnya meskipun dengan menggunakan Komputer super canggih Blue Ray milik IBM sekalipun…. Allah ala wa jalla senantiasa memberikannya tanpa pamrih tanpa mengurangi dan tanpa lupa sedetikpun untuk selalu memberikan nikmat-nikmat-NYA yang begitu besar dan berlimpahnya pada setiap makhluk ciptaan-NYA di seluruh jagat raya ini tanpa menghitung-hitungnya.  Allah SWT menegaskan bahwa, “Bershodakohlah kalian karena mengharap ridho-KU semata, niscaya akan AKU tambahkan tambahkan dan tambahkan (berlipat ganda) lagi rezeki bagimu..”.

Akhirnya kami shodakoh uang yang ada didalam dompet tsb dengan hanya menyisakan uang recehan untuk naik angkot pergi ke  kerja dan sekolah anak2.  Meskipun nilai nominal uang yang dishodakohkan tidak begitu besar hanya Rp 250rb.  Namun, jika dalam keadaan dan perasaan yang pas-pasan serta tak pasti nilai itu menjadi lebih berharga, bukan begitu?.

Ini menjadi masalah prioritas hidup, kadang kita sebagai manusia banyak terhalang oleh berbagai kebutuhan yang semakin banyak, di lain pihak sumber pemasukkan makin sulit dan terbatas.  Ibarat pepatah “Lebih besar pasak dari pada tiang”,  “lebih besar kemauan daripada kemampuan”.   Kita makin tak berdaya, dan semakin memposisikan bahwa mencari ridho Allah bukan menjadi prioritas utama lagi dalam sendi hidup dan kehidupan agama kita, apalagi orang-orang yang hidup di megapolitan dan sekitarnya seperti Jakarta saat ini…. Semuanya mencoba memposisikan bahwa materi adalah segalanya… Kita lupa bahwa semua dari kita tanpa kecuali pasti akan menemui sakaratul maut…. Apa yang bisa kita bawa untuk pulang ke alam yang kekal nanti?… “Apa yang harus kita banggakan dengan semua atribut itu?”,  “Bukankah hanya atribut ketaqwaan yang benar-benar Allah terima???”

Manakala kepentingan dunia semakin dikejar, maka makin terkikislah ketajaman mata hati kita untuk meraba dan merasakan nikmat-nikmat yang diberikan oleh Allah SWT.  Semakin kita tergiur oleh perhiasan dan materi dunia makin lupa akan Dzat yang maha kuasa,  makin terlena dengan gemerlap dunia, semakin lupa kita mengenal Sifat yang maha kekal, …semakin kuat kita terpedaya oleh pesona dunia maka semakin jauh lidah ini untuk mengagungkan Asma yang maha sempurna…

Ya Allah ya Rahman ya Rahim .. ya ghoffar ya kariim..  ya robbal ‘alami,… ya Allah yang maha pemaaf maafkanlah kekhilafan yang telah hamba lakukan ini … bukakanlah pintu maghfiroh-Mu ya Allah… Ya Allah tutuplah aib hamba-MU ini dari zina yang telah kami lakukan, yaitu pandangan dari mata kami,  pendengaran dari kuping kami, bicara dari mulut kami, rasa dari lidah kami, penciuman dari hidung kami, pegangan dari tangan kami, perasangka dari hati kami, pikiran dari akal kami, dan langkah dari kaki kami… ampunilah hamba-Mu ini..tidak ada yang sanggup mengampuni hamba kecuali Engkau.ya Allah ….wahai Dzat yang memilki Sifat dan Asma Yang Maha Sempurna”

Keesok harinya, sebelum berangkat kerja ke kantor sekitar jam 7.00 pagi, kami berdua melakukan kebiasaan sholat duha 4 rakaat terlebih dahulu.  Dimana pada intinya kami selalu memohon agar diberikan cahaya ilmu pengetahuan yang bermanfaat serta rezeki dan harta yang penuh barokah sebagai ladang amal dan saluran berkah kami bagi sesama.   Sekitar jam 15.30 sore, saya menerima sms dari salah seorang teman sebagai bos di perusahaan penambangan di Kalimantan Timur, memberitahukan bahwa ia sudah transfer uang ke rekening istri saya.  Saya bilang “uang apa?”, dia hanya bilang “ini uang untuk bapak sebesar Rp. 5jt”,  “uang pinjaman..?” saya mencoba menegaskannya kembali.  “Jangan buat saya malu, pa!!”.  ia jawab sedikit kesal.  

Saya baru ingat, sewaktu saya dan teman di Balikpapan mengerjakan remediasi penambangan di Kaltim, saya tidak pernah meminta imbalan atau gaji sepeserpun hanya saya minta tiket PP JKT-BPN disediakannya, karena waktu pertama kali dia kontak saya lewat SMS, dia bilang  “Pa help me please,  hurry up to Balikpapan!”,  dia mengharapkan saya untuk membantu sebagai mediator terhadap calon investor dari luar negeri mengenai proyek penambangan di daerah Kaltim secepat mungkin, akhirnya saya menetap selama sebulan di sana.  Singkat waktu saya harus kembali ke Jakarta karena harus menyiapkan perlengkapan Umroh bersama keluarga ber-11 orang (anak2, istri, mertua dan kakak ipar beserta anak2nya juga).  Saya tidak ingat lagi atas kerjaan yang terjadi di Kalimantan, kami masih merasakan kerinduan yang begitu mendalam saat kembali dari tanah suci mekkah.  Sampai akhirnya sms tersebut datang “uang sudah di transfer, 5jt”.  Allah membayar kontan shodakoh kami lewat orang lain…Subhanallah…20x lipat….. bagaimana kalau kita shodakohkan 5jt secara ikhlas mungkin Allah mengembalikannya kepada kita menjadi 100jt (x 20)…bagaimana kalau kita shodakohkan lagi yang 100jt secara ihklas ….= 2 M, niscaya Allah akan tambahkan tambahkan tambahkan lagi (berlipat ganda) rezekinya….Maha Benar Allah dengan segala Janjinya.

Kami berdua akhirnya sadar, bahwa Allah SWT bekerja selalu di luar akal dan nalar manusia, Allah pasti  benar dengan segala firman-NYA dan selalu menepati segala janji-janji-NYA, ..serta akan membalasnya dengan berbagai kelebihannya.. Subhanallah…kuncinya adalah SODHAKOH DENGAN KEIKHLASAN TOTAL,  dengan apa saja yang kita miliki entah ilmu, pengetahuan, ayat-ayat Allah, sabda rasul Allah, harta, benda, tenaga, raga dan jiwa sekalipun.  Mari kita berlomba-lomba mencari amal sholeh dan keridhoaan Allah semata karena sifatnya baqa dan itulah harta yang bisa kita bawa saat sakaratul maut menjemput kita nanti…Janganlah berlomba-lomba dalam kemewahan yang bergelimang ria dan dosa hanya untuk sekedar mendapat pujian manusia semata yang sifatnya fana yang akan ditinggal semuanya saat kita mati nanti.  

Demikian narasi cerita pertama kami semoga dapat diikuti oleh yang lain untuk meramaikan blog IPTAQ muslim lembata BSD XIV.6.  Semoga narasi terebut, bisa menginspirasi dan diambil hikmahnya oleh kita semua. Seandainya cerita ini sebagai sebuah kebodohan belaka, maka itu semata kebodohan Narator.  Namun sebaliknya, jika cerita ini juga pernah dialami di antara warga lembata meski tidak sama persis kejadiannya namun maknanya sama, semata-mata itu kebenaran datangnya dari sang Pencipta kita semua, Allah aja wa jala, Subhanallah, walhamdulillah, wa la illa ha ilallah, wallahu akbhar.  Narator:ywk827@gmail.com.

Advertisements

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!